Tampilkan postingan dengan label LIFE. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LIFE. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 Oktober 2012

YOUNG! FABULOUS!

Hidupku, menurutku adalah tentang perjalanan pencarian tujuan hidup yang masih abu-abu.

a traveler bobbysoxer
Muda
Aku muda. Orang muda rentan galau. Ketika mereka didudukkan di ruang sidang dan dihadapkan bersama pilihan-pilihan tujuan hidup, kata pertama yang ada dalam kamusnya itu bingung bahasa aliasnya galau.

My life my adventure!
Kata ‘adventure’ ini masih ambigu. Banyak versi orang bikin makna dari arti kata adventure. Kalo adventure versiku yang paling update, lebih update dari photoshop cs6, Adventure itu savari camp.

Savari camp?
Itu tentang penjelajahan di alam liar, luas, baru yang lokasinya di dalem hutan yang jenisnya bukan homogen atau hutan yang isinya campur-campur dan full-perfect, gak kalah lengkap dari swalayan atau toserba kayak indomaret dan lebih gak karuan tatanannya, mulai dari mahluk ganas, ber-racun sampe yang bisa ngobatin juga ada. Nggak cuma itu, penjelajahan ini juga punya tujuan, buatku jelajah alam ini tentang pencarian dimana seharusnya aku berada. Aku, ragaku, jiwaku juga logika dan hatiku.

the girl
I’m the young!
Aku muda versi 15+
Entah artinya gak tau artinya bingung artinya galau artinya labil. Sampai detik perjalanan ini, hidupku tetap seperti sebutir debu mikroskopis, mengikuti kemana angin menerbangkanku, terbang hingga terlalu tinggi kemudian dia hilang dan aku terhempas perlahan atau jatuh seketika. Angin itu ibarat takdir, aku gak tau kapan dia bakal dateng, apa yang bakal dia lakuin ke hidupku, ramalan? Peramal itu fake! Ya walaupun terkadang benar dan sesuai, tapi itu bukan suatu kebetulan atau ketidak sengajaan. Itu udah takdir, Tuhan emang maha detail.

Sekarang aku yang seperti debu mikroskopis ~
aku membiarkan kemana hatiku membawaku. Entah dia akan membawaku pada ter-sakiti atau yang me-nyakiti. Ini mungkin hal konyol, tentang pembicaraan khalayak seputar hati yang punya perasaan, versus logika. Aku nyadar maksimal kalo aku selalu hidup dengan hatiku, tapi nggak mesti punya logika, bingung sampe berfikir keras pake otak yang spacenya masih cukup buat mikir hal beginian. Harusnya logika itu udah berkembang dan bisa ngalahin yang namanya kata hati, orang mulai kecil udah diajarin matematika sama hal eksak lainnya dan hati nggak pernah makan bangku sekolahan atau diajarin secara tersurat. Yang galau lagi pas ababil jenis kayak aku ini mulai gede dan mulai ngerasa gemeter sama lawan gender, dan payahnya aku gak bisa bikin bener yang namanya logika di depan perasaan. sampe ketok-ketokin kepala nyari logika yang mungkin udah ilang atau keselip diantara map dokumen-dokumen perasaan, sampe rasanya pengen instal search engine yang lebih gaul daripada google search di dalem otak biar gampang cari yang namanya logika.

Fabulous!
Tapi itu semua wajar. Galau itu tanda aku peduli sama hidupku, galau itu juga proses menuju stabil yang sayangnya imposible buat di skip, galau itu juga cara penataan hidup yang super duper random kayak mozaik puzzle. Kudu nyocokin warna satu sama yang lain, ngatur gradasinya biar sedep di liat, and so on.

Gila!
Sampe tengah jalan, aku ketemu banyak banget jalan simpang, Bali yang punya simpang lima aja kalah ribetnya. Rasanya kayak pintu ajaibnya doraemon, pertama dibuka aku ketemu kerajaan langit, kedua kalinya malah ketemu kerajaan matahari. Ini realistis, dan realnya aku hampir nyerah sama problem-matika pintu ajaib doraemon. Makanya, nyerah sama realistis itu beda tipis. sama kayak musuh sama pacar, kamu pada stalking mereka kan? Ya emang, musuh sama pacar itu sebenernya sama cuma bedanya konteks perasaan pada keduanya. Well back to the purpose, misi ini kudu selesai, savari camp kudu tetep jalan biar aku gak dimakan garong-garong yang buas. Simpang yang banyak banget gini kalo di logika  bakal makan waktu lama, sedangkan si waktu sekarang itu kayak kawin silang sama bidadari yang bikin dia ‘keliatan’ punya sayap, juga mungkin kemudian dia kursus terbang ke buroq biar bisa terbang cepet. Akhirnya pake apa mutusin buat milih jalan yang mana? Dan lagi, pake kata hati.

people who can't be moving on
Haha!
Aku punya gadget android yang punya aplikasi semacam navigasi. Pas di klik!
Aku nemuin milyaran orang didunia, jenisnya macem-macem. Udah kayak milih baju di distro aja, ada yang aku suka ada yang nggak. Ternyata, aku berteman sama beberapa orang dari mereka. Iseng-iseng aku coba ngamati lokasi beranda mereka sekarang. Ternyata aku ngeliat beberapa orang tetap stuck dan berdiri tetap ditempatnya, muka mereka udah kayak patung selamat datang di depan bunderan Hotel Indonesia. Ada beberapa orang yang memilih memaafkan kesalahan yang sama dan berulang-ulang hanya semata  takut kehilangan. Beberapa orang lagi yang memilih diam dan tetap tinggal karena mereka gak tau caranya pergi. Dan beberapa orang lainnya terlihat bertopang dagu menahan rindu karena ditinggalkan terlebih dahulu sekedar untuk menghargai apa yang telah dimiliki. Much more, gak bisa disebutin lagi, gak bisa kalo kudu ngeliat kolosalitas hidup milyaran manusia satu-satu.

Deadline!
like time, i can fly B)
Buset dikejar waktu gara-gara lupa waktu kalo si waktu udah kursus terbang sama buroq sampe-sampe waktu yang harusnya aku pake buat lanjutin misi kena diskon, sialnya lagi Tuhan gak tolerir dan gak mau pinjemin mesin waktunya ke aku. Ngebut, jangan sampe disalip waktu!!!

Go on :)
Perjalanan hidup ku masih terus, terus dan terus mencari. Mencari sosok aku yang sejati. Sejati yang sebenarnya cuma temporer soalnya aku juga nyadar aku ini punya Dia yang nggak permanen bakal jadi aku yang di dunia. Masih banyak versi diriku nantinya, di alam baqa, barzah, dan alam-alam Nya yang lain. Hal yang baru aku sadari sekarang, ternyata dalam diri manusia itu kayak magnet, mereka punya radarnya masing-masing. Radar disini maknanya bukan asli radar. Radar ini semacam navigator atau penunjuk arah. Harus kemana dan dimana.

bipbip <'(^_^)'>
Radar
Radarku masih terus bantu aku mencari untuk menemukan sesuatu. Sesuatu yang bukan sekedar sesuatu, lebih dari sesuatunya syahrini, dan sesuatu yang bukan ambigu kalo ntar radarku udah nemuin sesuatu itu.


To be continued
Perjalanan savari ini masih terus dan terus go on sampe ketemu finish ajal. Hanya sekedar imajinasi untuk mengutarakan simile hidup. Tapi sejatinya, gak ada yang pernah bisa tau pasti apa yang bakal kejadian sama sedetik kedepan. Menggenggam juga pada akhirnya untuk melepaskan. Kedua atom yang saling berikatan pun akhirnya juga bakal pisah kalo udah muatannya sejenis, sekalipun molekul yang berikatan itu pake ikatan logam. Kadang bertopeng dan gak jadi diri sendiri itu perlu, bukan buat ngelindungin muka sebenernya, tapi banyak tujuan kenapa manusia banyak yang pake topeng. Dan sekali lagi, don’t judge anyone atas tindakan mereka yang menurut diri sendiri itu menyimpang kalo gak tau apa yang sebenernya mereka simpen dalem hati masing-masing itu jenis-jenis tindakan kategori sok tau dan kepo. Sekarang kalo udah gini, mirror-in aja ke diri sendiri, perumpamaannya kayak tiba-tiba dijadikan "tersangka" atau "terpidana tindak kejahatan" dan saksinya itu orang buta. hnggg apa banget...

take a listen, let it be free
Pendapatku sih...
Yang bener itu, biarin orang lain ngejalanin hidup mereka dengan bebas, bebas bukan bermakna egois. Bedanya, bebas itu bikin hidup ngerasa nyaman. Hak seseorang juga buat milih mau dengerin omongan orang atau nggak. Yang jelas dalam hidup yang diibaratkan jadi panggung sandiwara, pemeran utamanya ya dirinya sendiri, yang lain cuma numpang eksis, cuma figuran belaka.
Soalnya, ujung dari akhir hidup ku pribadi, hidup ya bahagia, udah itu aja. Bahagia tiap individu beda versi, dan perbedaan itu nggak dilarang. Cuma diktator yang egois, dirinya sebenernya gak cocok buat ada di hidupku. Sialku masih ada orang semacam komunis diatas panggung hidupku yang bikin aku berasa jadi nggak punya pilihan hidup. Dan kuadrat dari sialku, aku nggak punya hak buat usir orang spesies kayak gitu dari sekitar area panggungku, permasalahannya adalah itu udah bukan daerah kekuasaan jendral lagi. Mau dibeli pake istana obama juga gak bisa. Tapi ya nggak papa, toh jendral masih punya daerah kekuasaan. Ini masa muda, nggak bakal bisa diulangi lagi, kalaupun bisa, mungkin nggak bakal bisa. This is life, like a wheel, this is a long journey, and this is a nonage that soFabulous!:)

Say Hello to Haters




“Dibalik seseorang yang sukses, selalu ada orang yang mencari kesalahannya” – Pak Adi

Let’s talk about haters. Well, dimanapun, kapanpun, dalam keadaan apapun mereka, pekerjaan mereka hanya sebagai batu dijalan mulus seseorang yang hebat. Mereka diijinkan untuk memilih, dan bahkan membuat pilihan mereka sendiri untuk menjadi pendukung di pihak yang bahagia, atau menjadi pembenci di pihak yang iri. Tapi sepertinya banyak dari para haters ini memilih untuk stay dipihak yang *merasa* dirugikan atas kebahagiaan orang lain.
Bayangkan kita ada diposisi yang sangat tinggi, aman, nyaman, dan mereka ada diposisi paling bawah, tersakiti, merasa tidak diperhatikan. Itulah motifasi mereka untuk menarik kita agar posisinya sama dengan yang  mereka rasakan saat ini atau kalau bisa lebih tersakiti. Semuanya hanya masalah “kebahagiaan”. Istilah ‘kepo’ atau ‘stalker’ sering diidentikkan dengan para haters. Mereka akan memasuki hidupmu, mengutak-atik memori apapun yang kamu tulis walaupun hanya satu atau dua kata di media social, mencari tau kekuranganmu, menelusuri segelintir masalah yang sedang kamu hadapi. Sejenis mencari referensi? Yaa mungkin bisa dikatakan begitu. Mungkin itu adalah tahap awal. Dan para haters akan rela mengumpulkan lebih banyak orang untuk mendapatkan dukungan demi menjatuhkanmu walaupun dia sendiri tahu ini sama saja dengan wasting time.

“Ada dua jenis manusia, ada yang memang benar-benar baik tapi didunia nyata dia terlihat tidak baik, namun ada yang asli tidak baik tapi terus ada didekatmu mencari perhatianmu seolah dia baik tapi akhirnya menjatuhkanmu”
 
Oke, kata-kata pak Adi lagi. Yap, itu jawaban untuk pertanyaan, “Bagaimana kita tahu siapa yang haters atau bukan?” Ingat, dia batu. Dia diam dan tidak akan peduli seberapa banyak orang yang akan tersandung jatuh karenanya. Dia tidak akan peduli disaat kamu jatuh, tidak akan membantu disaat kamu susah atau bahkan dia memilih untuk menertawakanmu dan mengatakan pada semua orang “hei..lihat kan, dia jatuh, sungguh bodoh”. Bisa jadi dia akan membantumu hanya untuk mencari perhatianmu dan orang lain. Coba bandingkan dengan pendukung dan teman-teman kita yang memang benar-benar baik. Mereka akan ikut sedih, berusaha membantu dengan tulus, ikut senang saat kita berada diatas, dan mereka pasti menyadari suatu saat mereka akan diberi kebahagiaan yang sama. Wow, jauh dengan para haters.
Maka beruntunglah kamu yang mempunyai sejenis fans berat yang menamai diri mereka haters. Kecemburuan mereka, penghinaan mereka, celotehan mereka via sms, facebook, twitter dan lain-lain adalah sebuah motifasi dan pengalaman paling berharga. Membuat kita semakin kuat, semakin tahan banting dan semakin percaya diri. Mengapa? Dengan adanya para haters kita mengetahui bahwa didunia ini masi ada yang benar-benar ingin tahu segalanya tentang kita. Jadi manfaatkan itu untuk mengekplorasi diri dengan berbagai hal yang membuat mereka semakin down dan lelah. Keep calm dengan para haters ini. Kalau memang berniat ingin merespon mereka, it is just wasting your time. Gunakan waktumu dengan sebaik-baiknya daripada harus mengurus hal seperti itu. Jangan mencari tahu atau mau tahu soal mereka, itu sama saja kelak kita yang akan menjadi haters mereka. Dan disitulah poin kemenangan untuk mereka. Such like a game of looser huh?
Dan untuk yang sekarang merasa menjadi haters? ..

Don’t be so foolish to stay inside it. Get off! Banyak waktu kalian tersia-siakan hanya untuk berada dibelakang layar. Bersainglah secara sehat. Pikirkan baik-baik. Hidupmu adalah milikmu. Jangan ambil milik orang lain. Hidup orang lain adalah privasi mereka, kamu tidak perlu lelah untuk berputar-putar mencari cara untuk bisa memiliki hidup seperti dia yang kamu benci. Semuanya sudah dibagi rata. Semua akan mendapat bagian yang sama. Akan mendapat kebahagiaan yang sama namun di waktu yang berbeda. Mungkin bukan sekarang, tapi nanti. :)
Well, anggap haters sebagai motivasi. Jangan terpengaruh dengan hal-hal yang mereka lakukan untuk menjatuhkanmu ataupun membuatmu merasa dibenci bahkan oleh orang lain yang tidak pernah tahu tentang kehidupanmu. Berikan kata 'Hello' dan senyum terindahmu untuk mereka, berterima kasihlah juga. Tanpa mereka hidupku tidak akan semenarik ini. Wow, ternyata ungkapan klasik selalu benar.

"Semua pasti ada hikmahnya"




sejarah lagu nina bobo

"Jadi ternyata Nina di lagu 'Nina Bobo' ini anak perempuan blasteran Indonesia-Belanda yg lahir di tahun 1871Nama lengkapnya Helenina Mustika Van Rodjnik. Ibunya orang Jawa, sehari-hari kerja sebagai penari. Bapaknya orang Belanda, namanya Kapten Van Rodjnik. Kabarnya sejak si Helenina masih bayi, dia selalu susah tidur. Setiap mau tidur selalu berontak dan nangis-nangis. Lanjuut. Nah, karena susah tidurnya si Helenina tadi, ibunya selalu nyanyiin senandung kecil buat mancing Nina tidur.
Lama kelamaan Helenina jadi terbiasa harus dinyanyiin dulu sebelum dia tidur. Setiap malem kalau nggak dinyanyiin dia nggak bisa tidur. Karena kebiasaan ini, Kapten Van Rodjnik minta sama istrinya untuk sekalian ngebuat lirik penenang, supaya Helenina dan Van Rodjnik bisa ngerti. Karna di rumah mereka banyak nyamuk, dibuatlah lirik Nina Bobo kayak yang sekarang sering kita denger.
Di tahun 1875, Helenina sakit parah, demam tinggi gitu. Gara-gara sakit itu, dia nangis setiap malam. Sakitnya Helenina berkepanjangan, si ibu tiap malam terus-terusan nyanyiin Nina Bobo spy si Nina bisa tidur. Sampai akhirnya di awal tahun 1878, Helenina meninggal, waktu itu umurnya masih 6 tahun. Keluarga Van Rodjnik sedih, ibunya ngga bisa nerima kematian Helenina.
Seminggu setelah kematian Helenina, Kapten Van Rodjnik ngedapetin istrinya nyanyiin lagu Nina Bobo di kamar mandi. Suaranya menggema. Setelah ditanya Kapten, istrinya bilang kalau dia ngedenger Helenina nangis di situ. Jadi dia inisiatif buat nyanyiin Nina Bobo.
Setelah kejadian itu, karena sedih dan ngerasa kehilangan, ibu Helenina masih suka nyanyiin lagu Nina Bobo selama bertahun-tahun. Sampai akhirnya Ibu Helenina (yg namanya Mustika) meninggal di tahun 1929.
Setelah kematian Ibu Mustika dan Helenina, Kapten Van Rodjnik tinggal sendirian di rumah tadi. Katanya ada beberapa kejadian yg menimpa si Kapten. Pernah beberapa kali Kapten Van Rodjnik ngedenger suara bayi nangis, tapi dia nggak perduli dan langsung tidur.
Akhirnya beberapa kali juga dia kebawa mimpi tentang anak kecil nangis. Mungkin si Helenina tadi. Sampai puncaknya di suatu malem, Kapten ngedenger suara anak kecil nangis lagi. Tapi dia nggak perduli dan langsung tidur. Akhirnya pas tengah malem si Kapten dibangunkan oleh tangan anak kecil umur 6 tahun yg nangis2. Mungkin si Helenina tadi. Katanya si anak ngebangun sambil ngomong. Yang kira-kira bunyinya, "Papa.. Kok papa nggak nyanyiin buat Nina?"
Setelah malam itu, pikiran Kapten jadi keganggu. Akhirnya dia selalu nyanyiin lagu itu sendirian di kamarnya tiap malam, sampai dia meninggal."


sumber : http://ayuswand.blogspot.com/2012/04/sejarah-lagu-nina-bobo.html

Sabtu, 27 Oktober 2012

15 Tanda Musuh Dalam Selimut

Musuh dalam selimut — ini adalah kata yang konyol untuk situasi yang serius. Bayangkan seseorang yang Anda sayangi dan percayai ternyata mengkhianati Anda. Tentunya dia akan memasang topeng sahabat di dekat Anda, tapi di balik itu dia menatap Anda dengan kebencian.

Sangat tidak menyenangkan dibenci seseorang, tapi dibenci oleh orang yang kita percayai, itu adalah mimpi buruk. Pengkhianatannya akan benar-benar menghancurkan.

Itulah sebabnya mengapa Anda harus melindungi diri sebelum Anda terlalu memercayai seseorang yang hanya akan mengkhianati Anda. Berikut ini kami berikan pentunjuk bahwa teman Anda adalah musuh dalam selimut [latar belakang lagu seram]...

1. Ketika “teman” Anda butuh bantuan, dia akan berada di dekat Anda, tapi saat Anda butuh sesuatu — bantuan, makanan, dukungan — dia tidak pernah ada.

2. Perasaan mengatakan Anda tidak bisa memercayainya dalam situasi apapun, tapi Anda tidak bisa mengatakan alasannya.

3. Kebanyakan komentar “teman” Anda menyakitkan dan membuat perasaan Anda semakin kacau.

4. Dia justru susah senang ketika semua hal berjalan lancar namun selalu terlihat senang ketika hal buruk terjadi, misalnya ketika Anda naik gaji, naik jabatan, pacar baru. “Teman” Anda akan merendahkannya dan membuatnya terlihat seperti sebuah kebetulan.

5. Anda menyadari pembicaraannya selalu tentang dirinya: masalahnya, hidupnya, apa pun semuanya tentang dia tapi tidak pernah tentang Anda.

6. Anda tahu dia suka menjelek-jelekkan Anda di belakang.

7. Banyak update di Twitter dan Facebook dia menjelek-jelekkan Anda atau teman lainnya — dan setiap kali Anda memposting sesuatu, dia selalu menemukan cara untuk mengejek atau bersikap kejam.

8. Anda mulai menyadari, setiap kali Anda berbicara dengan “teman” Anda, rasanya seperti berputar-putar, tidak pernah bisa menyampaikan perasaan Anda yang sebenarnya, karena tidak ingin membuatnya marah .

9. Bukannya menunjukkan hal terbaik dan memberi kesimpulan mengenai apa yang terbaik untuk Anda, dia tidak pernah menyukai semua yang Anda katakan atau lakukan, meski hal itu tidak ada hubungannya dengan perasaan Anda, dan memberi banyak reaksi yang tidak menyenangkan dan ditujukan langsung kepada Anda.

10. Dia berbicara seakan Anda adalah anak kecil yang bodoh.

11. Dia tidak pernah membalas telepon, email, atau SMS Anda.... kecuali dia lagi butuh sesuatu.

12. ”Teman” Anda selalu mengabaikan kebutuhan Anda, tidak peduli alergi makanan atau kelelahan setelah menemaninya ke bar. Semuanya selalu tentang dia.

13. Musuh dalam selimut akan menghabiskan banyak waktu untuk mengkritik Anda. Mulai dari potongan rambut (membuat Anda terlihat gemuk) sampai putusnya hubungan Anda (mantan Anda mungkin menemukan orang yang lebih baik), apa pun itu dia tidak pernah berpihak pada Anda.

14. Dia tidak sensitif. Anda sedang berjuang menghadapi perceraian atau anak, dia memberikan banyak saran, dan semuanya menyalahkan ANDA dan pilihan Anda.

15 .Semua berita yang Anda bagi dengan “teman” Anda membuat Anda meragukan diri sendiri. Jika sudah berhasil menurunkan berat sebanyak 2,5 kg, dia akan langsung berkata Anda sebaiknya menurunkan berat lagi. Kalau tidak, suami Anda bakal melirik wanita lain lebih langsing.

 Oleh: The_Stir | Healthy Living
 Sumber : http://id.she.yahoo.com/15-tanda-musuh-dalam-selimut.html

Jumat, 26 Oktober 2012

Kamu Ngeluh?



Kamu ngeluh? Gak kece
















Kebiasaan tiap buka’ timeline twitter, misalnya, pasti adaaaaaa aja anak yang ngeluh. Kepanasan ngeluh, kedinginan ngeluh, laper ngeluh, di-PHP-in ngeluh, susah move on ngeluh. Ada aja ya alesan buat ngeluh?

Ngerasa pengen jadi orang lain? 
Gak kece ya.


Emang sih, dalam rentang waktu teen- thirteen sampe nineteen- manusia emang lagi pada masa bahaya nya. Ngerasa bisa ngapaaaaain aja. Apalagi di dunia maya. Kalok buat urusan bikin TTWW aja PUH dewa le. Nah kalok udah urusan tertib pas upacara aja, PUH ngeluhnyaaa nyerocos nyalain pembina yang cerewet nyuruh upacara lah, nyalahin matahari lah, nyalahin bendera yang gabisa berkibar sendiri lah (?) that’s the point, ya ngeluh lagi.

BERSYUKUR . Apanya yang susah? Pagi, kamu masih bisa bangun. Kamu masih bisa ngerasain dinginnya musim semilir  kayak gini, kamu masih punya orang tua yang bisa kamu cium tangannya buat minta doa, kamu masih bisa sampe sekolah ketemu temen-temen , masih bisa ngeliatin ehem juga’ , apanya yang susah disyukurin? Apanya yang harus dikeluhin?


Meskipun kamu jatuh-jatuh terus, juga meskipun nentuin pilihan di hidup ini bukan hal yang gampang, kita beruntung masih dikasih masalah sama pilihan {} banyak tau orang yang bahkan punya pilihan aja enggak. 
Jadi sesulit apapun, inget kamu punya kita semua. Kamu selalu punya hal-hal yang dikirimin Tuhan buat ngejagain kamu, nopang kamu, juga mbangkitin kamu pas kamu ngerasa udah gabisa apa-apa, gapunya siapa-siapa.


Tetep fokus sama mimpi dan kebahagianmu, karena fokus itu harus. Juga, tetep senyum, kalok bisa ,ketawao ngakak . Soalnya ketawa ngakak itu biasanya bisa jadi pelampiasan air mata yang macet. Banyakin senyum, kurangi ngeluh mu. Banyak lho orang yang iri sama kamu kalok kamu bisa senyum :) kalok kamu bisa senyum + ketawa ngakak pas masalah yang kamu punya udah sampe puncaknya, aku bakal jadi bigfansmu :) Ciyus {}

 
KAMU KECEEEE KALO KAMU GAK NGELUH :)))










Bulan Sepuluh, duaribuduabelas
Kamu ngeluh? Kok melaaaas :p
*kecups*


:)